Menulis Sebagai Terapi Kesehatan

Menulis Sebagai Terapi Kesehatan
Menulis Sebagai Terapi Kesehatan

Kegiatan menulis bukan hal asing bagi mayoritas orang. Justru mayoritas  orang mempunyai kendala yang sama yaitu susah untuk memulai. Melihat minat baca di Indonesia sangat rendah yakni mencapai 0,0001 persen, minat baca bangsa Indonesia bisa dikatakan memang cukup memprihatinkan.

Berdasarkan studi “Most Littered Nation In the World” yang dilakukan oleh Central Connecticut State Univesity pada Maret 2016 lalu, Indonesia dinyatakan menduduki peringkat ke-60 dari 61 negara soal minat membaca. Dan ini mempengaruhi rendahmya kegiatan menulis, dan diperkuat dengan fakta bahwa penderita stress di Indonesia juga semakin meningkat Karena beban pekerjaan, seperti karyawan,mahasiswa dan  pekerjaan swasta ainnya.

Hal ini berhubungan dengan Kesehatan jiwa menjadi salah satu permasalahan kesehatan yang signifikan di dunia, termasuk di Indonesia. Menurut data WHO (2016), terdapat sekitar 35 juta orang terkena depresi, 60 juta orang terkena bipolar, 21 juta terkena skizofrenia, serta 47,5 juta terkena dimensia. Di Indonesia, dengan berbagai faktor biologis, psikologis dan sosial dengan keanekaragaman penduduk; maka jumlah kasus gangguan jiwa terus bertambah yang berdampak pada penambahan beban negara dan penurunan produktivitas manusia untuk jangka panjang.

Tahukah anda? Bahwa stress adalah salah satu penyakit yang cukup serius sebenarnya, di Indonesia sangat kurang memberikan suatu perhatian khusus bagi penderitanya. Karena secara tidak langsung mempengaruhi produtivitas kinerja yang baik dalam masyarakat. Jam kerja yang terlalu berlebihan, setelah itu berlanjut dengan masalah kompleks dirumah tangga, belum lagi bersentuhan dengan pola pengasuhan anak, manajemen waktu serta manajemen diri memilki minim waktu untuk diperhatikan. Stress yang berlebih dapat berakibat pada psikosomatik , lalu apakah itu ?

Psikosomatik adalah emosi negatif mempengaruhi sistem otonom tubuh, hormon dan kekebalan terhadap beberapa penyakit. Depresi, kemarahan, dan isolasi sosial berkontribusi terhadap penyakit jantung. Stress disisi lain mempengaruhi asma, gangguan pencernaan dan banyak penyakit fisik lainnya.

Lalu apakah obat dari stress? Langkah sederhana yang dapat anda lakukan adalah dengan “Menulis”  kenapa bisa dengan menulis ? Joh Mulligan adalah seorang penulis yang dulunya terlahir sebagai seorang veteran mengaku bahwa menulis memang menyembuhkannya dari tekanan stress yang sangat dahsyat. Sebelumnya, ia sering trauma dan susah tidur Karena terus-menerus mengingat bayangan buruk selama terjadinya peperangan.

Aku tidak mengeri apa yang terjadi denganku saat itu. Aku hanya merasa susah tidur dan sering ketakutan. Mungkin Karena medan perang saya sering melihat banyak sekali darah. Suara tembakan dan teriakkan juga hamper saja membuat otakku pecah. Aku benar-benar mengalami masa-masa yang paling buruk pada waktu itu.”

Ketika John didera rasa sakit yang luar biasa, ia pun bertemu denga seseorang yang menawarinya untuk mengikuti sebuah pelatihan menulis di Maxine Hong Kingston. Maxine menganjurkan John untuk menuangkan pengalaman burukya ked ala sebuah tulisan. Apa yang dilakukan oleh John tidaklah sia-sia. Sedikit demi sedikit ia pun bisa melupakan pengalaman traumatiknya di medan perang. Ia pun berhasil membuat buku best seller seperti No Places In the Sun. Ini merupakan salah satu kisah dari seseorang yang berhasil membuktikan manfaat menulis terhadap kesehatan jiwanya. Dalam buku James W Pennebaker mengatkan setidaknya ada tiga manfaat menulis bagi kesehatan, yaitu :

  • Menulis dapat bermanfaat sebagai katasis (pelepasan emosi dan ketegangan)
  • Menulis dapat meningkatkan kekebalan tubuh
  • Bercerita melalui tulisan bisa mengurangi beban psikis dalam kehidupan.

James W. Pennebaker mengatakan bahwa menulis dapat memperkuat sel-sel kekebalan tubuh yang dikenal dengan T-lymphocytes. Pennebaker yakij bahwa menulis dapat menguatkan sel kekebalan tubuh di dalam tubuh manusi. Menurut, Pennebaker, seorang penulis memiliki risiko sakit lebih kecil daripada orang yang bukan penulis. Tingkat imunitas seorang penulis pun akan lebih baik daripada orang yang bukan penulis.

Dengan menulis, secara tidak langsung lota sudah melatih untuk mengasah otak kiri yang berkaitan demgan analisi dan juga rasional. Dan, ketika kita melatih otak kiri, otak kanan kita pun bisa dengan bebas mencipta, mengintuisi dan juga merasakan. Secara sederhana bisa disimpulkan bahwa menulis bisa menyingkirkan hambatan mental kita  dan memungkinkan hambatan mental kita dan memungkinkan kita menggunakan daya otak untuk memahami diri kita, orang-orang disekitar kitam serta dunia sekitar kita.

Dari segi kesehatan atau medis ternyata menulis memiliki manfaat yang sangat baik. Dari hasil penelitian yang pernah dilakukan oleh Dr. James W. Pennebaker membuktikan, “ Menulis tentang hal-hal negatif akan memberikan pelepasan emosional yang membangkitkan rasa puas dan lega.” Apabila kita menghadapi masalah, baik itu sifatnya ringan atau berat, sangat disarankan mengungkapkannya dengan cara menulis. Dengan kata lain Anda bisa curhat melalui tulisan sehingga kita merasa lega.

Masih menurut Dr. Pennebaker, “Orang-orang yang menuliskan pikiran dan perasaan terdalam mereka tentang pengalaman traumatis menunjukkan kekebalan tubuh dibandingkan dengan orang-orang yang menuliskan masalah-masalah remeh-temeh”. Ini membuktikan bahwa menjaga kesehatan tidak hanya dengan olahraga rutin dan makan-makanan bergizi, tetapi juga bisa dengan menulis.

Kebiasaan Anda waktu remaja (mudah-mudahan sampai sekarang masih dilakukan) menulis catatan harian di buku harian (diary) adalah contoh kebiasaan positif yang perlu terus dipertahankan. Apalagi di barat beberapa buku best seller ternyata awalnya adalah sebuah diary yang kemudian dipublikasikan dalam sebuah buku. Bahkan tidak sedikit bukunya terbit setelah orang yang menulisnya meninggal dunia. Penjeladan diatas merupakn salah terapi kesehatan kejiawaan dengan melalui media tulisan yakni dengan kegiatan menulis, sangat bermanfaat bagi kesehatan jiwa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *